Jumat, 24 Oktober 2014
MR. PIPPO INZAGHI , Sang Juru Selamat AC Milan ?
Siapa yang tidak kenal dengan mantan pesepakbola timnas italia yang pernah
memperkuat Parma, Atalanta, Juventus dan AC Milan ini? Semasa menjadi pemain, Pippo
(sebutan akrab Inzaghi) dikenal sebagai striker oportunis bernomor punggung 9. Bersama
klub terakhirnya yaitu AC Milan, Pippo telah memenangkan berbagai gelar kejuaraan, yang
masih teringat jelas ketika menjadi protagonis di Final Liga Champions tahun 2007 ketika
itu dia menyumbangkan 2 gol ke gawang Liverpool dan mempersembahkan gelar juara
eropa ke 7 untuk AC Milan.
Pada saat memutuskan pension pada akhir musim 2011-2012, Pippo menyatakan
bahwa dia tidak ingin meninggalkan AC Milan, hal itu dibuktikan dengan menolak tawaran
di klub lain dan memilih untuk menjadi pelatih tim junior AC Milan Allevi Nazionali.
Saat melatih AC Milan Allevi NAzionali, Pippo sukses mempersembahkan gelar juara
U-15 dan menjadikan Hachim Mastour sebagai pemain penentu bahkan Pippo dianggap
dapat membaca bakat-bakat pemain muda di tim junior AC Milan saat itu.
Satu tahun kemudian, Pippo diangkat menjadi pelatih AC Milan Primavera U-20 dan
kembali sukses memberika gelar juara Veraggio Cup dan kembali mengorbitkan pemain-
pemain muda AC Milan seperti Andrej Modic, Benedicic, Bryan Cristante dan Mastalli. Atas
dasar itu, manajemen AC Milan yang saat itu kehilangan kepercayaan kepada Clarence
Seedorf yang melatih tim senior AC Milan, di musim 2014-2015 berani menjadikan Pippo
sebagai pelatih tim senior dengan squad seadanya.
Awalnya banyak pihak yang meragukan Pippo sebagai pelatih tim senior
dikarenakan pada saat tour pra musim, AC Milan mendapatkan hasil yang mengecewakan.
Namun pada giornata 1 melawan Lazio di San Siro, secara mengejutkan tim asuhan Pippo
berhasil menang dengan skor 3-1. Hal itu menjadi bukti bahwa Pippo dapat menerapkan
strategi yang tepat dan menaikkan moral serta mental juara AC Milan yang hilang.
Meskipun pada saat ini AC Milan masih berada di posisi 4 klasemen dengan 4 kemenangan,
2 seri dan 1 kalah, AC Milan menjadi tim terproduktif di Liga Italia Serie A.
Pippo berhasil menerapkan sepak bola offensive dan menjadikan pemain-pemain
yang sebelumnya dianggap meragukan, namun kini berada dalam top perform. Contohnya
yaitu Keisuke Honda yang dianggap akan gagal beradaptasi, namun berkat racikan Pippo,
Honda menjadi pemain penentu dan pencetak gol terbanyak sementara AC Milan dengan
jumlah 6 gol dan juga 3 assist.
Kini, harapan besar berada di pundak Pippo. AC Milan mematok harus kembali
bermain di Liga Champion di musim selanjutnya dan hal itu sangat mungkin jika Pippo
berhasil membuat tim asuhannya konsisten di sepanjang musim ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar